Sabtu, 28 Januari 2012

Vitamin D Meningkatkan Motilitas Sperma


Motilitas sperma mempunyai peranan penting dalam mencapai ovum (sel telur) wanita. Dengan demikian, gangguan motilitas sperma sering menjadi salah satu penyebab ketidaksuburan (infertilitas) pada pria. Motilitas sperma ditentukan oleh persentase sperma yang bergerak aktif serta kemampuannya untuk 'berenang' di dalam rahim. Motilitas sperma yang rendah, bersama dengan jumlah sperma yang rendah, dapat menjadi penyebab keadaan infertilitas pada pria.

Para peneliti dari Universitas Copenhagen Denmark, yang dipimpin oleh dr. Jensen, dalam publikasi di Human Reproduction edisi Maret 2011, menyampaikan bahwa vitamin D mempunyai peranan dalam fungsi reproduksi pria dengan meningkatkan motilitas sperma.

Reseptor vitamin D, yang dikenal sebagai VDR, terekspresi pada spermatozoa manusia. Kekurangan VDR serta defisiensi vitamin D pada hewan coba (tikus) terbukti mengganggu fertilitas, menyebabkan jumlah sperma yang sedikit, dan motilitas spermatozoa yang rendah. Karena itu, para peneliti ingin menyelidiki peranan aktivasi vitamin D atau 1,25(OH) D pada sperma- 2 3 tozoa manusia dan kadar vitamin D dalam serum berkaitan dengan kualitas cairan semen.

Studi ini menggunakan desain crosssectional guna menilai kualitas cairan semen dan kadar vitamin D serum pada 300 pria, dibarengi studi in vitro yang sampelnya diambil dari 40 pria untuk melihat efek
vitamin D terhadap kadar kalsium intrasel, motilitas sperma, dan reaksi akrosom.
Sampel seluruh pria berasal dari analisis cairan semen dan darah rutin untuk pengukuran FSH (follicle-stimulating hormone), inhibin B, 25-hidroksi vitamin D, albumin, fosfatase alkali, kalsium, dan
hormon paratiroid (PTH).

Hasil studi menunjukkan bahwa 44% subjek mengalami insufiensi Vitamin D (<50 nM), dan kadar vitamin D berbanding terbalik dengan hormon PTH (p <0,0005). Kadar vitamin D dalam serum berhubungan positif dengan motilitas sperma dan motilitas progresif (p <0,05), dan pada pria dengan
defisiensi vitamin D (kurang dari 25 nM) mempunyai proporsi motilitas lebih rendah (p = 0,027), motilitas progresif (p = 0,035) dan morfologi spermatozoa normal (p = 0,044) apabila dibandingkan dengan pria yang memiliki kadar vitamin D tinggi (lebih dari 75 nM). 1,25(OH)2D3 meningkatkan kadar kalsium intraselular pada spermatozoa manusia melalui reseptor vitamin D yang memediasi pelepasan kalsium dari simpanan kalsium intraselular, meningkatkan motilitas sperma, dan menginduksi reaksi akrosom in vitro. 

Sebagai simpulan, 1,25(OH) D meningkat- 2 3 kan kadar kalsium intrasel, motilitas sperma, dan menginduksi reaksi akrosom pada spermatozoa matang. Selain itu, kadar vitamin D serum berhubungan positif dengan motilitas sperma. Dengan demikian, vitamin D mempunyai peranan terhadap fungsi sperma pada reproduksi manusia.

REFERENSI
http://adf.ly/5K2d5


0 komentar:

Poskan Komentar