Rabu, 18 Januari 2012

Progesteron Intra-Vaginal Mencegah Persalinan Preterm


Persalinan preterm yang spontan dianggap sebagai salah satu dari sindroma obstetri yang besar, sebuah istilah yang menggambarkan bahwa kelainan obstetri dengan fenotipe yang serupa disebabkan oleh berbagai proses patologi, memiliki sebuah fase subklinis yang panjang dan dapat disebabkan oleh interaksi antara gen dan lingkungan yang kompleks.

Progesteron dianggap sebagai hormon kunci untuk mempertahankan kehamilan dan penurunan kerja progesteron berimplikasi pada dimulainya kelahiran. Suatu penelitian meta-analisis terbaru menunjukkan bahwa pemberian progesterone per vaginal pada wanita yang tidak memperlihatkan gejala dengan serviks pendek menurut sonografi (<25 mm) pada trimester pertengahan akan menurunkan risiko persalinan preterm dan memperbaiki morbiditas dan mortalitas neonatal. Penelitian yang dilakukan oleh Romero R, dan kolega ini telah dipublikasikan dalam American Journal of Obstetric and Gynecology November 2011.

Dari sebanyak lima uji klinis dengan kualitas yang baik disertakan di dalam penelitian ini dengan total melibatkan 775 wanita dan 827 anak. Penatalaksanaan dengan progesterone per vaginal berkaitan dengan penurunan secara bermakna pada persalinan preterm <33 minggu (RR 0,58, 95% CI 0,42–0,80), <35 minggu (RR 0,69, 95% CI 0,55–0,88) dan <28 minggu (RR 0,50, 95% CI  0,30–0,81), respiratory distress syndrome (RR 0,48, 95% CI 0,30–0,76), morbiditas dan mortalitas neonatal gabungan (RR 0,57, 95% CI 0,40–0,81). Berat lahir <1500 g (RR 0,55, 95% CI 0,38–0,80), perawatan ke NICU (RR 0,75, 95% CI 0,59–0,94), dan kebutuhan akan ventilasi mekanis (RR 0,66. 05% CI 0,44–0,98). Tidak ada perbedaan bermakna antara pemberian progesterone per vaginal dengan pemberian plasebo dalam hal efek samping pada ibu atau adanya anomali kongenital.

Dari studi ini peneliti menyimpulkan bahwa pemberian progesterone per vaginal pada wanita yang tidak menunjukan gejala dengan serviks pendek menurut sonografi dapat menurunkan risiko persalinan preterm dan morbiditas dan mortalitas neonatal.

0 komentar:

Poskan Komentar