Rabu, 18 Januari 2012

Suplementasi Vitamin C dan E Meningkatkan Angka Eradiksi Helicobacter pylori


Eradikasi Helicobacter pylori saat ini sebagai standar terapinya ada penggunaan "triple therapy" dengan antibiotik ditambahkan dengan antisekresi. Dari studi terbaru menunjukkan bahwa suplementasi vitamin C dan E mampu memberikan efek meningkatkan respon terapi dalam eradikasi Helicobacter pylori yang ditambahkan pada terapi standar. Hal ini berdasarkan studi yang dilakukan oleh Sezikli dan kolega yang dipublikasikan dalam jurnal Clinic and Research in Hepatology and Gastroenterology bulan November 2011 ini.

Studi ini melibatkan sebanyak 120 pasien yang datang ke klinik rawat jalan gastroenterologi dengan dispepsia nonulcer dan H. pylori positif dengan kapasitas antioksidan total yang rendah. Pasien dalam kelompok A (n=80) diberikan lansoprazole (30mg, BID), amoksisilin (1000mg, BID), dan klaritromisin (500mg, BID) selama 14 hari, serta vitamin C (500mg, BID) dan vitamin E (200 IU, BID) selama 30 hari. Pasien dalam kelompok B (n=40) diberikan lansoprazole (30mg, BID), amoksisilin (1000mg, BID), dan klaritromisin (500mg, BID) selama 14 hari.
Kapasitas antioksidan total lebih rendah dari tingkat normal pada semua pasien.

Seratus lima belas pasien (77 dalam kelompok A, 38 pada kelompok B) dianalisis dengan analisis per protokol. Dalam kelompok A, eradikasi H. pylori dicapai pada 63,8% dari pasien yang mendapatkan terapi dan 66,2% dari pasien dimasukkan dalam analisis per protokol. Pada kelompok B, eradikasi H. pylori dicapai sebesar 42,5% dari pasien yang mendapat pengobatan  dan 44,7% dari pasien dimasukkan dalam analisis per protokol. Tingkat eradikasi secara signifikan lebih tinggi pada kelompok A daripada di kelompok B (p <0,005).
Dari hasil studi tersebut kesimpulan peneliti disebutkan suplementasi vitamin C dan E meningkatkan angka eradikasi H. pylori dari standard triple therapy.

0 komentar:

Poskan Komentar