Kamis, 19 Januari 2012

Efek Anti Karsinogen Silymarin


Pada studi eksperimental, silymarin (flavonoid dari milk thistle) digunakan sebagai kemopreventif terhadap berbagai kanker. Studi terdahulu (in vivo) menunjukkan efektivitas silymarin dalam menghambat karsinogenesis kanker kulit, prostat, dan kandung kemih. Pada kanker kulit, silymarin bekerja menghambat efek radiasi ultraviolet B atau karsinogenesis buatan. Diketahui bahwa efek anti-kanker (kemopreventif) silymarin karena sifat anti-oksidan, anti-inflamasi, dan efek hambatan terhadap mitogenic signalling.
Suatu studi in vivo terkini menilai efektivitas silymarin terhadap kanker kolon yang diinduksi karsinogen 1,2- dimethylhydrazine (DMH) plus dextran sodium sulfate (DSS). Silymarin diberikan dalam diet mencit selama 4 minggu (dimulai 1 minggu sebelum penyuntikan karsinogen tersebut).
Hasil:

·        Silymarin dosis 100 dan 500 ppm terpantau menurunkan terbentuknya tumor secara bermakna dan terkait dosis.
·        Silymarin menurunkan frekuensi mutasi pada mencit sebesar 20%.
·        Silymarin juga terpantau menurunkan genotoksisitas (toksik terhadap gen) DMH secara terkait dosis.

Kesimpulan:
Silymarin bersifat kemopreventif terhadap karsinogenesis (proses terbentuknya kanker) kolon  yang diinduksi DMH / DSS dan silymarin dapat bersifat anti-genotoksik.
Selain perannya dalam menyokong fungsi hati, silymarin juga berpotensi memiliki sifat sebagai kemopreventif. Perlu dilakukan uji tahap berikutnya untuk mengkonfirmasi temuan ini.


Reference:
http://adf.ly/5KfDZ



Sumber: http://adf.ly/5Kf8l

0 komentar:

Poskan Komentar