Kamis, 19 Januari 2012

Skrining Ideal untuk Deteksi Dini Kanker Serviks


Kanker serviks merupakan masalah serius di negara berkembang. Di Indonesia kanker ini menempati urutan kedua setelah kanker payudara. Pemeriksaan sitologi, seperti papsmear, dapat mengidentifikasi kelainan pra-kanker, tetapi sensitivitasnya hanya sekitar 60%. Pemeriksaan sitologi berbasis cairan (LBC) dapat meningkatkan akurasi karena menyajikan slide (preparat) yang lebih baik sehingga memudahkan ahli patologi untuk menilai.

Banyak guideline menganjurkan pemeriksaan sitologi sekaligus HPV (Human Papilloma Virus) untuk wanita berusia 30 tahun ke atas. Pemeriksaan HPV sendiri sangat tinggi sensitivitasnya, yaitu 94,6%. Pemeriksaan gabungan LBC dan HPV memberikan akurasi maksimal, yaitu sensitivitas 100%. Beberapa literatur menunjukkan bahwa pemeriksaan gabungan ini dinilai cost-efficient karena apabila hasil LBC maupun HPV negatif, wanita tersebut baru perlu periksa lagi 3 tahun kemudian.

Saat ini, ada pemeriksaan HPV yang dapat memberikan informasi tentang subtipe virusnya, yang disebut pemeriksaan HPV Genotyping. Keuntungan pemeriksaan ini adalah dokter dapat melihat apakah ada infeksi virus yang menetap (persisten). Apabila ada, dokter dapat segera mengambil tindakan yang diperlukan.


Referensi:
http://adf.ly/5KfsZ



0 komentar:

Poskan Komentar