Kamis, 19 Januari 2012

Pentoxifylline Memperbaiki Proses Penyembuhan Luka pada "Venous Leg Ulcer"

Pentoxifylline, suatu bahan haemorrheological, menurunkan viskositas darah dengan meningkatkan fleksibilitas eritrosit, meningkatkan migrasi sel darah putih, menghambat agregrasi keping darah, dan menurunkan viskositas plasma. Uji-uji klinis mengenai efektivitas pentoxifylline memiliki hasil yang kontroversi, dan manfaat obat masih tetap belum jelas. Namun dari suatu review yang dilaporkan oleh The Cochrane Library tahun 2009, pentoxifylline 400 mg 3x sehari memperbaiki proses penyembuhan.

Venous ulcer biasanya diterapi dengan terapi kompresi, namun karena pengobatan ini tidak efektif untuk beberapa orang, terapi tambahan dapat memberikan manfaat. Peneliti melakukan ulasan secara sistematis pada uji klinis acak berkontrol plasebo yang dibandingkan dengan penggunaan pentoxufylline (dengan atau tanpa terapi kompresi) dengan plasebo, atau dengan pengobatan lain, pada pasien penderita venous leg ulcer.

Peneliti mengidentifikasi delapan uji klinis (547 penderita dewasa), lima di antaranya dibandingkan membandingkan pentoxifylline dan kompresi dengan plasebo dan kompresi (n=445), dan tiga di antaranya membandingkan penggunaan tunggal pentoxifylline dengan plasebo (102). Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menentukan apakah pentoxifylline dengan atau tanpa terapi kompresi, efektif dalam mengatasi venous leg ulcer. Analisis dilakukan dengan intention to treat analysis.
Pentoxifylline, dalam hasil penelitian ini, diketahui lebih efektif dibandingkan dengan plasebo dalam memberikan penyembuhan sempurna atau perbaikan bermakna pada venous leg ulcer (risiko relatif 1,49, 95% CI 1,11 – 2,01). Pentoxifylline juga lebih efektif dibandingkan dengan plasebo dan kompresi dalam memberikan penyembuhan sempurna (risiko relatif 1,30, 95% CI 1,10 – 1,54). Pasien yang mengkonsumsi pentoxifylline memiliki efek samping yang tidak lebih banyak dibandingkan dengan pasien yang mengkonsumsi plasebo (risiko relatif 1,25, 95% CI 0,87 – 1,80). Efek samping yang paling sering muncul adalah gangguan saluran cerna (43%).

Peneliti menyimpulkan bahwa pentoxifylline memberikan manfaat pada terapi kompresi venous leg ulcer dan kemungkinan juga efektif pada pasien yang tidak menerima terapi kompresi.


Sumber: http://adf.ly/5KfvB

0 komentar:

Poskan Komentar