Kamis, 19 Januari 2012

Suplementasi Kalsium pada Masa Kehamilan Mencegah Hipertensi


Suplementasi kalsium pada masa kehamilan tidak mencegah kelahiran preterm ataupun kelahiran dengan berat badan rendah, namun hanya membantu menurunkan risiko hipertensi yang berhubungan dengan kehamilan, hal ini menurut suatu studi yang dipublikasikan dalam the Cochrane Database of Systematic Reviews. Dalam studi ini, peneliti yaitu Dr. Pranom Buppasiri dan kolega dari the Department of Obstetrics and Gynecology at Khon Kaen University,  Thailand,melibatkan sebanyak 21 studi dengan total jumlah sampel 16.602 dari the Cochrane Pregnancy and Childbirth Groups trials register.

Dari studi review sistemik, menujukkan bahwa suplementasi kalsium  selama masa kehamilan tidak memberikan efek proteksi terhadap penurunan risiko kelahiran preterm yang didefinisikan dengan persalian kurang dari 37 minggu (risk ratio [RR], 0.90; 95%[CI], 0.73-1.11; 12 studi, n=15,615 wanita), dan juga kurang dari 34 minggu masa kehamilan  (RR, 1.11; 95% CI, 0.84-1.46; 3 studi, dengan n=5145 wanita). Suplementasi kalsium juga tidak dikaitkan dengan penurunan risiko untuk berat badan lahir rendah (RR, 0,91; 95% CI, 0,72-1,16; 4 studi, n=13.449 bayi), melainkan terkait dengan sedikit peningkatan berat badan lahir (rata-rata perbedaan, 64,66 g; 95% CI, 15,75-113,58 g; 19 studi, n=8287 wanita). Tidak ada efek menguntungkan pada kepadatan tulang ibu diamati.

Namun, penelitian sebelumnya dipublikasikan oleh Hofmeyr, dkk. pada bulan Agustus 2010, menggunakan data percobaan Cochrane, menunjukkan bahwa penggunaan suplemen kalsium selama kehamilan dapat membantu mencegah preeklamsia dengan mencegah hipertensi ibu (RR, 0.65; 95% CI, 0,53-0,81; 12 studi, n=15.470), sehingga mengurangi risiko untuk preeklamsi (RR, 0,45; 95% CI, 0,31-0,65; 13 studi, n=15730) dan mengurangi resiko komposit untuk kematian maternal atau morbiditas yang serius (RR, 0.80; 95% CI , 0,65-0,97; 4 studi, n=9732).

Hal ini memberikan bukti bahwa suplementasi kalsium secara rutin pada masa kehamilan, tidakmemberikan efek terhadap kelahiran preterm maupun berat badan lahir rendah namun mengindikasikan penurunan risiko hipertensi pada wanita hamil.

0 komentar:

Poskan Komentar