Rabu, 18 Januari 2012

Konsumsi Daging Merah, Terkait Mutasi dan Peningkatan Risiko Karsinoma Sel Ginjal


Konsumsi daging merah yang berlebih mungkin akan meningkatkan risiko terjadinya kanker ginjal. Hal ini terungkap berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh Dr. Carrie R Daniel dan kolega, dari the Division of Cancer Epidemiology and Genetics, National Cancer Institute, NIH, Department of Health and Human Services, Rockville, Washington DC, dan dipublikasikan secara online dalam American Journal of Clinical Nutrition bulan Januari 2012. Sebelumnya studi mengenari korelasi antara konsumsi daging dengan risiko kanker ginjal memberikan hasil yang tidak konsisten. Mutagenitas yang berhubungan dengan proses pemasakan, serta variasi subtipe kanker ginjal mungkin merupakan hal yang penting yang berpengaruh.

Studi yang dilakukan Dr. Carrie merupakan studi kohort dalam skala yang besar, yang bersifat prospektif dengan melibatkan sebanyak 492.186 responden yang komplet mengikuti studi tersebut termasuk dalam hal data-data penilaian diet dikaitkan dengan database kadar heme besi, heterocyclic amines (HCA), polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs), nitrate, and nitrite dalam daging dimasak dan diproses. Lebih dari rata-rata 9 tahun dilakukan tindak lanjut, dan teridentifikasi sebanyak 1814 kasus renal cells carcinoma-RCC (498 clear cell dan 115 adenokarsinoma papiler). HR dan CI 95% diperkirakan dalam kuintil dengan menggunakan regresi multivariabel Cox proportional hazards.

Asupan daging merah [62,7 g (kuintil 5) dibandingkan dengan 9,8 g (kuintil 1) per 1000 kkal (median)] dikaitkan dengan kecenderungan peningkatan risiko RCC [HR: 1,19; CI 95%: 1,01-1,40; P-trend = 0,06] dan risiko 2 kali lipat dari RCC papiler [P-trend = 0,002]. Asupan benzo (a) pyrene (BAP), penanda PAH, dan 2-amino-1-metil-6-fenil-imidazo [4,5-b] piridin (PhIP), sebuah HCA, dikaitkan dengan peningkatan yang bermakna 20-30% risiko RCC dan 2 kali lipat dari risiko RCC papiler. Tidak ada asosiasi yang diamati untuk subtipe clear cells.

Dari studi tersebut peneliti menyimpulkan bahwa, konsumsi daging merah mungkin akan meningkatkan risiko RCC (kanker sel ginjal), dengan mekanisme terkait dengan senyawa BaP dan PhIp saat memasak. Dan korelasi ini lebih kuat untuk varian langka yaitu histologik papiler. (ktw)

0 komentar:

Poskan Komentar