Sabtu, 28 Januari 2012

Kombinasi Glucosamine-Chondroitin untuk Penanganan Nyeri Sendi Terkait Penghambat Aromatase


Studi terbaru menunjukkan bahwa glucosamine dikombinasikan dengan chondroitin dapat memperbaiki gejala  artralgia (nyeri sendi) pada pasien kanker payudara yang disebabkan penggunaan obat penghambat aromataseGlucosamine dan chondroitin merupakan 2 suplemen yang sangat populer untuk penanganan osteoartritis, sekalipun terdapat perdebatan mengenai efikasi kedua suplemen ini.

Penghambat aromatase digunakan secara luas untuk perawatan kanker payudara, tetapi dikaitkan dengan efek samping muskuloskeletal yang signifikan, termasuk nyeri dan kaku sendi. Nyeri dan kaku sendi ini umumnya tidak merespons terhadap pemberian obat analgesik konvensional dan umumnya menurunkan kepatuhan pasien dalam menggunakan obat penghambat aromatase. Studi ini meneliti pasien wanita dengan kanker payudara stadium I – III yang telah menerima terapi obat penghambat aromatase minimal selama 3 bulan, yang melaporkan rasa nyeri (nilai  ≥ 4 pada visual analogue scale), dan mereka yang sebelumnya sudah menderita osteoartritis dan rasa nyerinya memburuk setelah memulai perawatan dengan penghambat aromatase.

Dari 53 pasien yang mendaftar, 40 pasien menyelesaikan studi periode pertama (12 minggu), 37 pasien mengikuti studi sampai selesai (24 minggu). Populasi pasoen bervariasi, 40% kulit putih, 40% hispanik, nilai median usia adalah 61 tahun. Peserta uji klinis  rata-rata terdidik dengan baik, cenderung memiliki berat badan berlebih, dan rata-rata sudah terdiagnosis kanker payudara selama 3,5 tahun. Peserta uji klinik menerima glucosamine1500 mg/hari dan chondroitin 1200 mg/hari dan dievaluasi setiap 6 minggu di klinik.  End point primer studi ini adalah perubahan kriteria Outcome Measure in Rheumatology Clinical Trials dan Osteoarthritis Research Society International (OMERACT-OARS) dalam waktu 24 minggu.

Pada end point primer ini, pasien harus memenuhi 1 dari 2 bagian kriteria:
  1. Perbaikan 50% atau lebih pada salah satu skala fungsi, termasuk perubahan 10% dalam skala penilaian global, atau
  2. Perbaikan 20% atau lebih pada skala nyeri dan fungsi dan perubahan signifikan dalam skala penilaian global.
Setelah 12 minggu, 38% pasien memenuhi kriteria end point primer. Setelah 24 minggu, 46% pasien memenuhi kriteria ini. End point sekunder meliputi perubahan dalam indeks Western Ontario and McMaster Universities Osteoarthritis (WOMAC), Modified Score for the Assessment and Quantification of Chronic Rheumatoid Affections of the Hands (M-SACRAH), dan Brief Pain/Stiffness Inventory-Short Form (BPI-SF). Versi analog visual dari WOMAC dan M-SACRAH digunakan dalam studi ini (0 - 100 mm), di mana skor yang lebih tinggi menunjukkan hasil yang lebih buruk. Untuk end point sekunder, terdapat perbaikan signifikan dalam rerata skor WOMAC setelah 24 minggu, dibandingkan dengan keadaan awal, dalam parameter fungsi (rata-rata perbedaan: 11,9 mm; P = 0,01) dan rasa nyeri (rata-rata perbedaan: 10,7 mm, P = 0,02). Akan tetapi tidak dapat perbaikan signifikan pada parameter kekakuan (perbedaan rata-rata 7,5 mm; P = 0,15).
Skala M-SACRAH menunjukkan hasil yang kurang lebih sama dengan yang diamati pada skala WOMAC. Terdapat perbaikan signifikan setelah 24 minggu, dalam parameter fungsi (rata-rata perbedaan: 8,4 mm; P = 0,02) dan rasa nyeri (rata-rata perbedaan: 12,9 mm, P < 0,01). Akan tetapi tidak dapat perbaikan signifikan pada parameter kekakuan (perbedaan rata-rata 7,9 mm; P = 0,13).
Terdapat pengurangan nyeri dan kekakuan pada panggul dan lutut pada minggu ke-12 dan minggu ke-24, dan juga perbaikan dalam fungsi pada 50% pasien. Perbaikan ini juga terjadi pada sendi tangan dan pergelangan tangan. Pada Brief Pain/Stiffness Inventory, perbaikan ini terjadi pada 35% - 50% wanita. Pada uji klinik ini, juga terjadi perbaikan kekuatan genggaman yang diukur dengan menggunakan  Martin Pneumatic Squeeze Dynamometer. Efek samping yang umum dilaporkan dalam studi ini adalah sakit kepala, dispepsia, dan nausea.
Sebagai simpulan, glucosamine dan chondroitin tampaknya aman pada wanita dengan kanker payudara dan memberikan manfaat untuk rasa nyeri terkait penggunaan obat penghambat aromatase. (AGN)


Reference:
  1. Joint supplements for aromatase inhibitor adverse effects. Medscape Medical News. Available from:http://www.medscape.com/viewarticle/753885
  2. Glucosamine sulfate in the treatment of knee osteoarthritis symptoms: a randomized, double-blind, placebo-controlled study using acetaminophen as a side comparator. Arthritis Rheum. 2007;56(2):555–67.
  3. Bruyere O, Reginster JY. Glucosamine and chondroitin sulfate as therapeutic agents for knee and hip osteoarthritis. Drugs Aging 2007;24(7):573–80.

0 komentar:

Poskan Komentar