Kamis, 19 Januari 2012

Konsumsi Cokelat Menurunkan Risiko Gangguan Kardiometabolik


Konsumsi coklat akan menurunkan risiko kardiometabolik, hal ini merupakan kesimpulan dari hasil suatu meta-analisis yang dilakukan oleh Buitrago-Lopez A, dan kolega yang dipublikasikan dalam British Medical Journal tahun 2011 ini. Di dalam meta-analisis ini data diambil dari berbagai sumber yang diantaranya meliputi: Medline, Embase, Cochrane Library, PubMed, CINAHL, IPA, Web of Science, Scopus, Pascal, yang sesuai dengan tujuan studi tersebut dan dengan disain penelitian acak, kohort, ataupun case-control dan juga cross-sectional dengan sampel orang dewasa yang mengkonsusmi cokelat serta kejadian gangguan kardiometabolik.

Data selanjutnya akan diesktrak oleh dua peneliti independen, dengan parameter penelitian yang utama adalah kejadian gangguan kardiometabolik, termasuk gangguan kardiovaskuler (penyakit jantung koroner dan stroke), diabetes, dan sindrom metabolik lainnya. Meta-analisisi dilakukan untuk menilai korelasi antara kejadian gangguan kardiometabolik dengan konsumsi cokelat dengan jumlah tertinggi maupun terendah.
Dari sebanyak 4576 referensi yang diperoleh, hanya 7 studi yang masuk kriteria inklusi dengan sebanyak 114.009 partisipan. Tidak ada satupun studi sebagai studi random, 6 studi kohort, dan satu studi cross-sectional. lima dari tujuh studi menyimpulkan adanya manfaat dari konsumsi cokelat yang tinggi dengan penurunan risiko gangguan kardiometabolik.

Konsumsi cokelat dalam jumlah yang banyak akan menurunkan sebesar 37% dari risiko terjadinya gangguan kardiometabolik dengan RR 0.63 (95% CI 0,44-0,90) dan sebesar 29% penurunan risiko stroke jika dibandingkan dengan kelompok yang mengkonsumsi cokelat dalam jumlah yang sedikit.


0 komentar:

Poskan Komentar