Kamis, 19 Januari 2012

Probiotik Melindungi Fungsi Organ


Manfaat suplemen probiotik tidak henti-hentinya digali, dari yang awalnya hanya digunakan untuk membantu kesehatan saluran cerna, kini eksplorasi manfaatnya  telah merambah pada kasus alergi, penurun kadar kolesterol, hingga pengontrol berat badan.

Dari hasil penelitian terbaru, kembali terungkap bahwa probiotik membantu berbagai fungsi organ, termasuk hati. Pernyataan ini dikeluarkan oleh Sandrine Claus dari Imperial College of London, yang baru-baru ini mempublikasikan hasil penelitiannya dalam jurnal American Society for Microbiology. Secara umum, mekanisme tersebut terjadi karena  mikroflora di dalam usus meningkatkan laju kapasitas metabolisme inangnya dalam mengolah nutrien dan obat serta memodulasi kerja berbagai organ melalui jalur yang beragam.

Dari penelitian ini, Claus memaparkan tikus yang bebas kuman untuk tidur pada tempat yang sebelumnya digunakan oleh tikus lain yang tubuhnya terkontaminasi dengan mikroflora (“bakteri baik”). Selanjutnya, tikus-tikus ini dievaluasi selama 20 hari seiring mikroflora tersebut berkolonisasi dengan bakteri usus, kemudian dievaluasi perubahan metabolisme yang terjadi.

Pada lima hari pertama setelah paparan mikroflora, tikus-tikus tersebut mengalami peningkatan berat badan sebesar 4%. Kolonisasi mikroflora ini juga memicu beberapa proses di hati yang melibatkan konversi dari glukosa menjadi glikogen dan lemak untuk digunakan sebagai simpanan energi jangka pendek dan panjang. Kolonisasi ini juga secara kuat menstimulasi ekspresi dan aktivitas enzim esensial yang bernama sitokrom P450 3A11 yang berperan penting pada jalur detoksifikasi obat.

Temuan ini merupakan bukti in vivo pertama yang menunjukkan hubungan antara keberadaan bakteri baik dengan metabolisme lemak sekaligus menjadi pandangan baru terkait peran probiotik dalam mekanisme sistemik fisiologis tubuh.
Reference:

0 komentar:

Poskan Komentar