Rabu, 18 Januari 2012

Terapi Oksigen-Helium Bermanfaat untuk Bayi dengan Bronkiolitis


Bayi dengan bronkiolitis membaik dengan cepat setelah mendapat terapi helium-oksigen jika dibandingkan dengan yang mendapat hanya oksigen murni, hal ini menurut sebuah laporan dari hasil studi yang dilakukan oleh Dr. In K. Kim, dan kolega dari Kosair Children's Hospital, Louisville, Kentucky dan dipublikasikan dalam  Archives of Pediatrics and Adolescent Medicine tahun 2011.

Peneliti memperkirakan bahwa helium-oksigen meningkatkan aliran gas melalui saluran udaran yang mempunyai resistensi tinggi. Dan peneliti dalam studi ini mempunyai tujuannya adalah untuk membandingkan efektivitas helium-oksigen oksigen vs oksigen saja pada bayi dengan bronchiolitis, yang mendapatkan nebulasi dan selanjutnya mendapatkan rasemat nebulasi epinefrin rasemat sebagai komponen terapi inhalasi berikutnya.

Penelitian ini melibatkan sebanyak 69 bayi usia 2 sampai 12 bulan dengan modifikasi Wood's Clinical Asthma Score (M-WCAS) sebesar 3 atau lebih. Setelah menerima nebulasi albuterol melalui oksigen 100%, pasien secara acak untuk mendapatkan rasemat epinefrin dikombinasikan dengan oksigen 100% atau helium 70% dan oksigen 30%, melalui botol aliran tinggi kanula nasal. Dosis kedua epinefrin diberikan setelah satu jam jika diperlukan, jika pasien melanjutkan terapi inhalasi dengan gas untuk studi mereka. Ukuran hasil utama adalah perubahan yang bermakna dari skor M-WCAS dari awal sampai 240 menit. Peneliti menemukan skor turun 1,84 poin pada kelompok helium-oksigen dibandingkan dengan hanya 0,31 untuk kelompok oksigen (p <0,001),
Pada kenyataannya, meskipun nilai rata-rata M-WCAS sedikit lebih tinggi pada kelompok helium-oksigen pada awal, itu secara bermakna lebih baik daripada pada kelompok oksigen pada semua titik waktu berikutnya. Dan peneliti menyampaikan bahwa penelitian ini menunjukkan kemaknaan peningkatan jangka pendek statistik dan klinis dari skor klinis antara sekelompok kecil pasien dengan bronkiolitis dibandingkan dengan kontrol.

0 komentar:

Poskan Komentar