Sabtu, 28 Januari 2012

Faktor Resiko Gout


Gout adalah jenis penyakit peradangan sendi yang disebabkan oleh pengendapan kristal monosodium urat dalam cairan sendi dan jaringan lain," demikian menurut Tuhina Neogi, MD, PhD, dari  departemen Penelitian Epidemiologi Klinis dan Unit Pelatihan, Fakultas Kedokteran Universitas Boston, dan Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Boston, Massachusetts.

Gout terkait dengan hiperurisemia, dengan kadar asam urat lebih dari nilai batas kelarutan asam urat pada suhu fisiologis dan pH: 6,8 mg per desiliter (404 ìmol per liter). Manusia hanya memiliki uricase dalam jumlah yang sedikit, sehingga tidak dapat mengubah asam urat menjadi allantoin larut sebagai produk akhir dari metabolisme purin.

Diperkirakan 6,1 juta orang dewasa di Amerika Serikat menderita gout, prevalensi ini meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Gout lebih banyak menyerang pria, dibanding wanita, dengan rasio 3 atau 4 berbanding 1; perbedaan ini mulai berkurang pada kelompok usia lanjut. Hal ini mungkin terkait dengan penurunan estrogen pada wanita lanjut usia, karena estrogen memiliki efek urikosurik. Meningkatnya insidens dan prevalensi gout mungkin berkaitan dengan pertambahan usia penduduk,
tingkat obesitas, dan perubahan diet.

Faktor Risiko
Selama ini gout hanya dikaitkan dengan masalah diet dan konsumsi jenis obat tertentu yang dapat menyebabkan hiperurisemia, tetapi ternyata terdapat berbagai faktor lain yang dapat meningkatkan risiko gout. Penggunaan diuretik thiazide, cyclosporine, dan asam asetilsalisilat dosis rendah (<1 g per hari) dapat menyebabkan hiperurisemia, sedangkan asam asetilsalisilat dosis tinggi (≥ 3 g per hari)
bersifat urikosurik.
Faktor-faktor yang berkaitan dengan hiperurisemia dan asam urat antara lain adalah: resistensi insulin, sindrom metabolik, obesitas, insufisiensi ginjal, hipertensi, gagal jantung kongestif, transplantasi organ.
Pengaruh urikosurik keadaan glikosuria pada pasien diabetes dapat mengurangi risiko gout. Kelainan bawaan langka terkait kromosom X dapat menyebabkan gout. Studi genome-wide telah mengidentifikasi polimorfisme yang umum terjadi di beberapa gen yang terlibat dalam transportasi asam urat: SLC2A9, ABCG2, SLC17A3, dan SLC22A12.
Risiko kejadian gout meningkat pada orang yang banyak mengonsumsi makanan dengan kandungan purin tinggi (terutama daging dan makanan laut), etanol (terutama bir dan alkohol), minuman ringan, dan fruktosa. Risiko kejadian gout menurun pada mereka yang banyak mengonsumsi kopi, produk susu, dan vitamin C (yang menurunkan kadar asam urat).
Faktor pemicu untuk flare (eksaserbasi akut) berulang meliputi penggunaan diuretik, konsumsi alkohol, menjalani rawat inap, dan menjalani tindakan operasi. Terapi untuk menurunkan kadar asam urat (misal: allopurinol) mungkin dapat memicu timbulnya serangan gout akut, mungkin disebabkan oleh perpindahan asam urat yang disimpan dalam jaringan tubuh (terjadi fluktuasi kadar asam urat).

REFERENSI :
http://adf.ly/5K2R7

0 komentar:

Poskan Komentar