Minggu, 20 Mei 2012

Probiotik Bermanfaat untuk Mencegan dan Mengobati AAD (antibiotic associated diarrhoea)

Meta-analisis terbaru menunjukkan probiotik dapat mengurangi risiko diare terkait antibiotik. Hal ini merupakan kesimpulan dari meta-analisis yang dilakukan oleh Dr. Hempel  dan kolega yang telah dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association tahun 2012 ini. Diare terkait antibiotik diperkirakan terjadi pada 30% pasien yang diberikan antibiotik dan dapat menjadi faktor yang memperlama perawatan .
Dalam meta-analisis ini, Sussane Hempel, PhD (Southern California Evidence-Based Practice Center, RAND Health, Santa Monica) dan koleganya mencari  12 database jurnal elektronik dan menemukan 82 RCT (randomized controlled trial) yang memenuhi kriteria. Di antara 11.811 peserta dalam 63 RCT, probiotik dikaitkan dengan penurunan risiko diare terkait antibiotik sebesar 42% (relative risk [RR], 0,58; 95% confidence interval [CI], 0,50–0,68; P<0,001) dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak menggunakan probiotik. Penulis melaporkan nilai number needed to treat (NNT) sebesar 13 (95% CI, 10,3-19,1).

Setengah dari studi-studi ini (41/82) mencantumkan genus dan spesies dari probiotik yang digunakan, tetapi tidak nama strainnya. Studi-studi jarang menyebutkan antibiotik yang digunakan. Peneliti mencatat bahwa sebagian studi di dalam analisa ini merupakan studi dengan kualitas yang kurang, tetapi melaporkan bahwa efek positif dari probiotik ini tetap bertahan ketika analisa ini dibatasi hanya pada studi kualitas lebih . Ketika peneliti menganalisa 44 RCT tersamar ganda, mereka menemukan nilai RR sebesar 0,61 (95% CI, 0,52–0,73; P<0.001; NNT: 14). Efek ini bertahan ketika analisa dibatasi pada 12 studi tersamar ganda di mana alokasi perawatan tetap terselubung, nilai RR sebesar 0,62 (95% CI, 0,41–0,95; P=0.029; NNT:14).

Sebagian besar RCT dalam analisa ini menggunakan Lactobacillus, baik diberikan sendiri (sebagai agen tunggal), atau dikombinasikan dengan organisme lain. Probiotik lain yang digunakan termasuk Bifidobacterium, Saccharomyces, Streptococcus, Enterococcus, dan/atau Bacillus.(AGN)

Referensi:
Hempel S, Newberry SJ, Maher AR, Wang Z, Miles JNV, Shanmen R. Probiotics for the prevention and treatment of antibiotic associated diarrhea. JAMA. 2012;307:1959-69. 

Sumber: http://www.kalbemedical.org/News/tabid/229/id/1563/Meta-analisis-Probiotik-Bermanfaat-untuk-Mencegan-dan-Mengobati-AAD-antibiotic-associated-diarrhoea.aspx

0 komentar:

Poskan Komentar