Minggu, 20 Mei 2012

Eosinofil Hidung sebagai Penanda Rinitis Alergi

Eosinofil merupakan sel efektor utama yang terlibat dalam patogenesis peradangan alergi. Dari studi yang dilakukan oleh Dr. Ahmadiafshar dan kolega yang dipublikasikan dalam Ear, Nose, & Throat Journal Maret 2012 ini menunjukkan bahwa eosinofil dalam hidup secara spesifik dan sensitif dapat digunakan sebagai penanda adanya rinitis alergi. 

Dalam studinya, peneliti mengkelompokkan subyek yang terdiri dari pada penderita rinitis alergi sebanyak 50 pasien dengan sebanyak 50 subyek dengan rata-rata usia dan jenis kelamin yang sama namun tanpa rinitis alergi sebagai kelompok pembanding. Pap diperoleh dari sekret hidung pada kedua kelompok dan selanjutnya diproses fiksasi, pewarnaan dan penilaian di bawah mikroskop cahaya. Analisis statistik menunjukkan bahwa rasio odds untuk eosinofilia positif di pap hidung pada kelompok rinitis adalah 25,61 dengan CI 95% 8-78. Sensitivitas, spesifisitas, nilai prediksi positif dan nilai prediksi negatif dari tes ini masing-masing adalah 74%, 90%, 88%, dan 77%.

Dari studi tersebut peneliti menyimpulkan bahwa tes eosinofilia hidung sangat spesifik dan cukup sensitif dalam mendiagnosis rhinitis alergi, dan oleh karena itu dapat digunakan sebagai prosedur karena mudah, noninvasive, dan murah untuk penappisan pasien dan untuk melakukan studi epidemiologi gangguan ini. 


Referensi:
Ahmadiafshar A, Taghiloo D, Esmailzadeh A, Falakaflaki B; Ear, Nose, & Throat Journal 2012:91:(3),122-4.

Sumber: http://www.kalbemedical.org/News/tabid/229/id/1519/Eosinofil-Hidung-sebagai-Penanda-Rinitis-Alergi.aspx

0 komentar:

Poskan Komentar