Senin, 21 Mei 2012

Methylprednisolone dapat Meringankan Renal Scarring akibat Pielonefritis Akut

Uji klinis terbaru menunjukkan bahwa terapi pendamping methylprednisolone oral dapat menurunkan kejadian dan/atau keparahan renal scarring pada pielonefritis anak. Renal scarring setelah pielonefritis akut dikaitkan dengan kondisi patologis yang berkepanjangan, sebagaimana diungkapkan oleh dr. Ya-Yun Huang dkk. dari Department of Pediatrics, National Cheng Kung University Medical College and Hospital di Tainan, Taiwan. Pencegahan scarring setelah pielonefritis akut tidak hanya bergantung pada diagnosis awal dan perawatan segera untuk eradikasi bakteri, tetapi juga pada cara mengatasi respons inflamasi yang destruktif.

Tujuan studi ini adalah untuk meneliti apakah pemberian glukokortikoid dapat
mencegah pembentukan renal scarring setelah episode pertama pielonefritis akut pada pasien anak (<16 tahun) yang berisiko tinggi mengalami renal scarring. Kriteria inklusinya adalah volume inflamasi sedikitnya 4,6 mL pada technetium-99m–labeled dimercaptosuccinic acid scan (DMSA) atau temuan
ultrosonografi (USG) yang abnormal.

Delapan puluh empat subjek secara acak menerima antibiotik plus methylprednisolone sodium phosphate (1,6 mg/kg/hari; n=19) atau antibiotik plus plasebo (n=65) setiap 6 jam selama 3 hari. Endpoint primernya adalah renal scarring yang terlihat pada pemeriksaan 6 bulan kemudian.
Pada awal studi, kedua kelompok memiliki karakteristik, parameter inflamasi akut, dan temuan DMSA yang mirip. Enam bulan kemudian, 33,3% anak yang diberi methyl­ prednisolone memperlihatkan renal scarring pada pemeriksaan DMSA, sedangkan pada kelompok kontrol, 60% menunjukkan renal scarring pada pemeriksaan DMSA (p<0,05), dengan nilai median volume defek kortikal berturut-turut 0,0 mL (0-4,5 mL) dan 1,5 mL (0-14,8 mL) (p <0,01). Dibandingkan dengan kelompok kontrol, demam pasien di kelompok methylprednisolone turun lebih cepat.

Studi ini memiliki keterbatasan, seperti lokasi uji klinis (sebuah pusat rujukan tersier), desain skala kecil, jumlah pasien yang sedikit di beberapa analisis sub-grup, dan inkonsistensi metode yang digunakan untuk mengidentifikasi pasien dengan risiko tinggi renal scarring. Terlepas dari keterbatasan studi ini, hasil penelitian ini cukup menjanjikan; tetap diperlukan studi tambahan dengan populasi lebih besar untuk memvalidasi efek serta menentukan dosis optimum glukokortikoid dan kelompok umur pasien yang kemungkinan besar akan beroleh manfaat dari pemberian glukokortikoid.

Terapi pendamping methylprednisolone oral dengan pemberian antibiotik yang
kuat dapat menjadi terapi yang potensial mencegah atau mengurangi kerusakan jaringan permanen pada pasien pielonefritis akut. (AGN)
 
REFERENSI
1.     Huang YY, Chen MJ, Chiu NT, Chou HH, Lin KY, Chiou YY. Adjunctive Oral Methylprednisolone in Pediatric Acute Pyelonephritis Alleviates Renal Scarring. Pediatrics 2011;128:e 496-504
2.     Barclay L. Steroids May Alleviate Acute Pyelonephritis in Children.  Medscape Medical News. Available from: http://www.medscape.com/ viewarticle/748377
3.     Wennerström M, Hansson S, Jodal U, Stokland E. Primary and acquired renal scarring in boys and girls with urinary tract infection. J Pediatr. 2000;136(1):30-4.


Sumber: http://www.kalbemedical.org/Portals/6/15_190Berita%20Terkini-Methylprednisolone%20dapat%20meringankan%20renal%20scarring%20akibat%20pielonefritis%20akut.pdf








0 komentar:

Poskan Komentar