Minggu, 20 Mei 2012

Batuk Kronik, Laringitis, maupun Nyeri Dada mungkin Gejala GERD

Refluks gastro-esofageal merupakan kondisi yang sering terjadi di berbagai belahan dunia. Hal ini biasanya muncul dengan gambaran gejala-gejala klasik seperti nyeri ulu hati, dan regurgitasi. Namun dalam beberapa kasus gejala-gejala GERD dapat pula muncul sebagai gejala ekstra-esofageal seperti; batuk kronik, laringitis, asma ataupun nyeri dada non-kardiak.
Biasanya tes diagnosik yang sering dilakukan seperti EGD (endoscopic suturing device) ambulatory pH ataupun monitoring impedance pasien GERD, biasanya kurang bermanfaat pada pasien dengan gejala ekstra-esofageal hal ini dikarenakan sensitivitas dan spesifitas yang rendah.

Sebaliknya, studi empiris penggunaan PPI (penghambat pompa proton) menunjukkan efektif untuk kasus ini, walaupun pasien membutuhkan pengobatan jangka panjang untuk memperoleh efektivitas pengobatan yang mantap. Tes diagnostik dengan menggunakan monitor pH dan impedance biasanya dilakukan untuk pasien dengan respon yang rendah ataupun parsial pada pemberian awal dengan PPI (PPI test). 

Respon yang rendah  terhadap terapi PPI mungkin merupakan indikator yang penting untuk gejala-gejala dari pasien non-GERD dan sebaiknya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui faktor yang berpotensi sebagai penyebab. Hal ini seperti yang disampaikan Dr. Saritas dan kolega dalam artikel yang dipublikasikan secara online dalam Swiss Medical Weekly tahun 2012.


Referensi: Saritas Y, Vaezi M; Extraesophageal manifestations of gastroesophageal reflux disease: cough, asthma, laryngitis, chest pain;  Swiss Medical Weekly 142 (2012)

Sumber: http://www.kalbemedical.org/News/tabid/229/id/1553/Batuk-Kronik-Laringitis-maupun-Nyeri-Dada-mungkin-Gejala-GERD.aspx

0 komentar:

Poskan Komentar