Selasa, 10 Juli 2012

Ringer Acetate untuk Pasien Sepsis Berat

Cairan intravena adalah terapi utama yang digunakan untuk menangani pasien dengan hipovolemia yang disebabkan oleh sepsis berat. Studi terbaru, menunjukkan bahwa pemberian ringer acetate pada pasien sepsis berat memberikan efek yang lebih baik. Hal ini merupakan kesimpulan dari studi yang dilakukan oleh Dr. Perner dan kolega yang dipblikasikan dalam New England Journal of Medicine tahun 2012 ini.

Studi tersebut dilakukan secara acak dan tersamar ganda terhadap 798 pasien dengan sepsis berat di ICU yang memerlukan resusitasi cairan dan diberikan HES 6% 130/0,4 atau Ringer’s Acetate dengan dosis 33 mL/kgBB ideal/hari. Parameter yang dinilai adalah angka mortalitas dan juga fungsi ginjal setelah 90 pasca-pengelompokan acak pemberian cairan.

Hasil dari studi tersebut, jumlah pasien yang menerima blood products lebih banyak secara bermakna pada kelompok ringer’s acetate dibandingkan dengan kelompok HES (p=0,002). Angka mortalitas secara bermakna lebih tinggi pada kelompok HES jika dibandingkan dengan kelompok ringer’s acetate (p=0,03). Jumlah pasien yang menerima terapi pengganti ginjal lebih banyak secara bermakna pada kelompok HES jika dibandingkan dengan kelompok ringer’s acetate (p0,04). Jumlah pasien yang mengalami perdarahan hebat lebih banyak secara bermakna pada kelompok HES jika dibandingkan dengan kelompok ringer’s acetate (p=0,09).

Kesimpulan: Pemberian Ringer’s Acetate lebih baik jika dibandingkan dengan HES 6% 130/0,4 pada pasien dengan sepsis berat. Pemberian HES 6% 130/0,4 pada pasien dengan sepsis berat meningkatkan angka mortalitas pada hari ke-90 dan juga peningkatan kebutuhan terapi pengganti ginjal jika dibandingkan dengan pasien yang menerima Ringer’s Acetate.


Referensi: Perner A, Haase N, Guttormsen AB, Tenhunen J, Klemenzson G, Aneman A, et al. Hydroxyethyl starch 130/0.4 versus ringer’s acetate in severe sepsis. N Engl J Med. 2012. DOI: 10.156.NEJMoa1204242.

0 komentar:

Poskan Komentar