Minggu, 01 Juli 2012

Asupan Kopi dan Keluhan Inkontinensia Urin pada Wanita

Kopi, berdasarkan studi terbaru ternyata meningkatkan terjadinya inkontinensia urin derajat ringan pada wanita di Amerika. Studi yang dilakukan oleh Dr. Gleason dan kolega ini telah dipublikasikan secara online dalam International Urogynecology Journal bulan Juni 2012. Secara umum tujuan dari studi tersebut adalah menilai atau mengetahui gambaran hubungan antara konsumsi kafein yang terkandung dalam kopi dengan kejadian dan derajat inkontinensia urin pada wanita.
 
Studi yang melibatkan wanita AS ini dilakukan dalam kurun waktu  2005-2006 dan 2007-2008 pada National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) suatu survey  nasional yan gdengan disain cross-sectional. Dengan menggunakan Indeks Keparahan Inkontinensia,  inkontinensia urin (UI) dikategorikan sebagai "apapun" dan "sedang / berat". Jenis UI termasuk stres, urgensi, campuran dan lain-lain. Buku asupan makanan harian secara lengkap, dan konsumsi air rata-rata (gram/ hari), kelembaban makanan total (gram/ hari), dan kafein (miligram / hari) asupan dihitung ke dalam kuartil. Stepwise logistic regression models dibangun untuk penyesuaian faktor sosiodemografi, penyakit kronis, indeks massa tubuh, self-rated health, depresi, aktivitas fisik, penggunaan alkohol, asupan air, asupan kelembaban, dan faktor reproduksi. 

Dari 4.309 wanita tidak hamil (usia ≥ 20 tahun) yang memiliki gejala UI lengkap dan data diet, prevalensi UI apapun bentuknya adalah 41,0% dan 16,5% untuk UI derajat sedang/ berat, dengan jenis UI stres merupakan jenis yang paling umum (36,6%). Rata-rata asupan kafein pada perempuan tersebut adalah sebesar 126,7 mg/ hari. Setelah disesuaikan dengan beberapa faktor, asupan kafein di kuartil tertinggi (≥ 204 mg / hari) dikaitkan dengan UI [prevalensi rasio odds 1,47 (POR), 95% CI 1,07-2,01], tapi tidak memberikan pengaruh untuk UI derajat sedang/ berat  (POR 1,42, 95% CI 0,98-2,07). Jenis UI (stres, urgensi, campuran) tidak dikaitkan dengan asupan kafein.
Dalam kesimpulannya, peneliti menyebutkan bahwa asupan kafein ≥ 204 mg/ hari dikaitkan dengan UI bentuk apapun tapi tidak dengan UI derajat sedang/ berat pada wanita AS.


Referensi: Gleason JL, Richter HE, Redden DT, Goode PS, Burgio KL, Markland AD; Caffeine and urinary incontinence in US women; International Urogynecology Journal (Jun 2012)

Sumber: www.kalbemed.com/News/tabid/229/id/1667/Asupan-Kopi-dan-Keluhan-Inkontinensia-Urin-pada-Wanita.aspx

0 komentar:

Poskan Komentar