Minggu, 01 Juli 2012

Pilihan Suplementasi Oral Zat Besi untuk Anemia

Anemia defisiensi zat besi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang cukup banyak ditemui, terutama pada bayi, anak-anak, wanita hamil, dan wanita dengan siklus menstruasi yang berat. Suplementasi zat besi secara oral adalah murah, relatif aman dan cukup efektif dalam meningkatkan kadar  hemoglobin dan memelihara penyimpanan zat besi dalam mencegah dan mengoreksi defisiensi zat besi tersebut.  
 
Banyak preparat zat besi yang beredar, dengan dosis yang luas dan bervariasi,  secara  formulasi dalam bentuk yang cepat maupun pelepasan lambat serta  bentuk kimiawi berupa ferro (ferrous) atau ferri (ferric).  Keuntungan penggunaan bentuk ferro dengan ferri masih kontroversi. Dalam suatu review literatur disebutkan, tolerabilitas dan efikasi dari formulasi ferro dibanding ferri yang dievaluasi dalam bentuk ferro sulfat (ferrous sulphate) dan preparat  iron polymaltose complex (IPC), 2 bentuk zat besi yang predominan yang digunakan.  Data sat ini,  menunjukkan bahwa bentuk lepas lambat (slow-release) dari preparat ferro sulfat  tetap digunakan serta menjadi pengobatan standar terapi defisiensi zat besi, berdasarkan indikasi, bioavailabilitas baik, efikasi dan tolerabilitas yang diterima yang ditunjukkan dari beberapa studi klinis besar .

Studi lain adalah suatu penelitian yang dilakukan di India, berdasarkan respon klinis dan efek samping dari ferro sulfat (FS) dan Iron polymaltose complex (IPC) terhadap 118 anak dengan anemia defisiensi zat besi.  Subyek diacak untuk mendapatkan suplementasi dengan IPC oral  (kelompok A, n = 59) atau ferro sulfat  oral (kelompok B, n = 59);  Keseluruhan diberikan zat besi elemental yang terbagi dalam dosis  6 mg/kgbb/hari. 

Dari sebanyak 106 anak yang difollow up dengan masing-masing 53 anak pada setiap kelompok.  Ditemukan kadar hemoglobin dari kelompok yang menerima ferro sulfat  lebih tinggi, serta keluhan lebih sedikit dibandingkan dengan kelompok yang menerima  iron polymaltose complex.   Dari hasil penelitian di India ini, disimpulkan bahwa bentuk ferro sulfat  memiliki respon klinis yang lebih baik dan lebih sedikit  efek samping yang ditimbulkan secara bermakna selama pengobatan anemia defisiensi zat besi pada anak.(IWA)

Referensi :
1. Santiago P. Ferrous versus Ferric Oral Iron Formulations for the Treatment of Iron Deficiency: A Clinical Overview. Scientific World Journal 2012.2012:846824. Epub 2012 May 2.
2. Bopche AV, Dwivedi R, Mishra R, Patel GS. Ferrous sulfate versus iron polymaltose complex for treatment of iron deficiency anemia in children. Indian Pediatr 2009 Oct;46(10):883-5.

0 komentar:

Poskan Komentar