Minggu, 01 Juli 2012

Levofloxacin untuk Penanganan Infeksi Helicobacter pylori

Resistensi Heliobacter pylori terhadap antibiotik metronidazole dan clarithromycin meningkat di banyak negara. Karena itu, banyak ilmuwan yang mencoba melakukan studi untuk mempelajari penggunaan antibiotik lain untuk penanganan infeksi Heliobacter pylori, terutama antibiotik golongan derivat quinolone.

Studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Gastroenterologia Polska pada tahun 2012 semakin mendukung penggunaan levofloxacin untuk penanganan infeksi Helicobacter pylori. Studi ini mengikutsertakan 50 pasien pengidap infeksi Heliobacter pylori. Sebanyak 25 pasien di kelompok pertama diberikan regimen pantoprazole (2 x 40 mg), amoxicillin (2 x 1000 mg), dan metronidazole (2 x 500 mg) selama 7 hari. Pada 25 pasien lainnya di kelompok kedua, metronidazole diganti dengan levofloxacin (2 x 500 mg).

Hasilnya memperlihatkan bahwa eradikasi H. pylori tercapai pada 72% pasien kelompok pertama dan 88% pasien kelompok kedua (p <0,01). Perbaikan gejala gastrointestinal tercapai pada 56% pasien kelompok pertama dan 68% pasien kelompok kedua (p <0,05). Dua pasien di kelompok pertama mengalami efek samping mual yang relatif ringan.
Sebagai simpulan, levofloxacin efektif dan relatif aman sebagai bagian dari regimen pengobatan Heliobacter pylori. (AGN)

Referensi:
Chojnacki C, Walecka-Kapica E, Romanowski M, Kulig G, Pawłowicz M2, Chojnacki J. Levofloxacin in the treatment of Helicobacter pylori infection. Gastroenterol Pol. 2012;19(1):5-8.

Sumber: http://www.kalbemed.com/News/tabid/229/id/1665/Levofloxacin-untuk-Penanganan-Infeksi-Helicobacter-pylori.aspx

0 komentar:

Poskan Komentar