Selasa, 10 Juli 2012

Kuadripel Terapi, Levofloxacin 5 Hari Efektif dan Aman untuk Eradikasi Helicobacter pylori

Helicobacter pylori telah menjadi resisten terhadap agen antimikroba, sehingga akan menurunkan angka eradikasi. Regimen sequensial 10 hari yang menggunakan levofloxacin memberikan hasil yang efisien, aman dan ekonomis untuk eradikasi H. pylori pada daerah-daerah yang mempunyai prevalensi tinggi dalam hal resistensi terhadap clarithromycin. Dari studi non-inferioritas terbaru yang dilakukan oleh Dr. Alessandro Federico dan kolega dari Dipartimento Medico Chirurgico di Internistica Clinica e Sperimentale ed UOC di Gastroenterologia e, Napoli, Italy yang telah dipublikasikan dalam jurnal Gastroenterology Juli 2012 ini menunjukkan bahwa pemberian levofloxacin yang dikombinasikan dengan 3 macam obat lainnya memberikan efektivitas sebanding dengan tripel terapi dengan levofloxacin untuk eradikasi H. pylori.

Dalam penelitian ini kelompok responden yang positif terinfeksi H. pylori secara acak mendapatkan terapi 5 hari bersamaan (esomeprazole 40 mg dua kali sehari, amoksisilin 1 g dua kali sehari, levofloxacin 500 mg dua kali sehari, dan tinidazol 500 mg dua kali sehari, n = 90) atau 10 hari terapi sekuensial (esomeprazole 40 mg dua kali sehari, amoksisilin 1g dua kali sehari selama 5 hari diikuti dengan esomeprazole 40 mg dua kali sehari, levofloxacin 500 mg dua kali sehari, dan tinidazol 500 mg dua kali sehari selama 5 hari, n = 90). Resistensi antimikroba dinilai dengan E-test. selain itu efikasi, efek samping, dan biaya juga di evaluasi.

Dari analisis ITT (Intention-to-treat) menunjukkan tingkat eradikasi H.pylori yang sebanding untuk kelompok terapi kuadripel (92,2%; 95% [CI], 84,0% -95,8%) dan terapi sekuensial (93,3%, 95% CI, 86,9% -97,3%). Sedangkan analisis per-protokol, angka eradikasi menunjukkan hasilnya 96,5% (95% CI, 91% -99%) untuk terapi bersamaan dan 95,5% untuk terapi sekuensial (95% CI, 89,6% -98,5%). Perbedaan antara pengobatan bersamaan dan sequensial adalah 1,1% pada ITT studi (95% CI; -7,6% menjadi 9,8%) dan -1,0% dalam analisis per protokol (95% CI; -8,0% menjadi 5,9 %). Prevalensi resistensi antimikroba dan kejadian efek samping sebanding diantara kedua kelompok. Namun teraapi konkomitan (bersamaan) menghemat biaya sebesar 9 dolar jika dibandingkan dengan terai sequensial.

Berdasarkan studi tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa levofloxacin yang diberikan dengan terapi kuadripel selama 5 hari memberikan efektivitas dan keamanan yang sebanding dengan serta dengan biaya yang lebih ekonomis jika dibandingkan dengan levofloxacin selama 10 hari pada terapi sequensial.adalah sebanding antara kelompok.


Referensi: Alessandro Federico, Gerardo Nardone. Efficacy of 5-Day Levofloxacin-Containing Concomitant Therapy in Eradication of Helicobacter pylori Infection. Gastroenterology 2012:143(1): 55-61.


0 komentar:

Poskan Komentar