Selasa, 10 Juli 2012

Flunarizine Bermanfaat untuk Penanganan Migraine pada Anak

Migren merupakan salah satu masalah umum pada anak. Perkiraan prevalensi pada anak usia prasekolah dan usia sekolah berkisar antara 3,2%-10,6%. Meskipun tingkat keparahan dari penyakit ini pada anak tidak sebesar pada orang dewasa, migren dapat menganggu kehidupan normal anak dan orang tua. Kadang kala, bermacam jenis migren, termasuk hemiplegia yang diidentifikasikan sebagai kondisi autosom dominan dan migren basiler, dapat terjadi dan dapat menyebabkan defisit neurologis fokal.

Banyak obat yang dapat digunakan untuk mencegah migren seperti beta-blocker, antikonvulsan, antiinflamasi non-steroid dan antidepresan. Obat penghambat saluran kalsium telah disetujui sebagai obat pencegahan migren yang efektif pada orang dewasa. Studi terbaru yang dilakukan oleh Dr. Mohamed dan kolega menunjukkan bahwa flunarizine memberikan manfaat untuk penanganan migraine pada anak, studi yang dipublikasikan dalam Developmental Medicine & Child Neurology tahun 2012 ini bertujuan untuk melaporkan pengalaman pada satu pusat pelayanan kesehatan tentang efek flunarizine pada migren anak dengan fokus pada keamanan dan efektivitasnya.

Peneliti melakukan audit observasi retrospektif pada 72 anak (40 anak laki-laki dan 32 anak wanita dengan rerata usia 13 tahun; kisaran usia 1 tahun 6 bulan hingga 17 tahun) pada unit pediatri-neurologi tertier antara tahun 1998 dan 2009. Anak-anak diikutsetakan di dalam penelitian jika didiagnosis mengalami migren dan setidaknya menjalani satu penilaian follow up dan setidaknya 3 bulan diterapi dengan flunarizine.

Dari 102 anak yang diidentifikasi, 30 orang dikeluarkan dari penelitian karena tidak ada data mengenai hasil (n =13), bukan penderita migren (n =9), catatan medis hilang (n =4), atau durasi pengobatan tidak adekuat (n =4). Dari kohort akhir (72 anak), 44 anak mengalami migren tanpa aura, 15 mengalami migren dengan aura atau setara dengan migren anak, delapan mengalami migren hemiplegi sporadis, dan lima mengalami migren hemiplegi familial. Usia median adalah 13 tahun dan median durasi migren adalah 48 bulan. Dosis awal adalah 5 mg. Dosis lain yang digunakan adalah 2,5 mg (tiga anak), 7,5 mg (satu anak), dan 10 mg (enam anak). Durasi perawatan adalah 12 bulan.

Keberhasilan pencegahan, yang dinilai dengan setidaknya 50% penurunan pada frekuensi serangan, terlihat pada 57% (41/72). Angka respons lebih tinggi di antara anak yang mengalami migren hemiplegi (85%) dibandingkan anak yang tidak mengalami migren hemiplegi (51%). Efek samping terlihat pada 15 anak (21%) (depresi, n =6; peningkatan berat badan/nafsu makan, n =5; kelelahan/mengantuk, n =2, dan perburukan sakit kepala, n =2) dan menyebabkan penghentian pengobatan pada 13 anak.

Dari penelitian kohort pada anak dengan migren ini, flunarizine tampaknya lebih efektif pada anak dengan migren hempilegia. Efek samping terlihat pada 1/5 anak yang mentebabkan penghentian pengobatan sebesar 18%.(SFN)


Referensi:
Mohamed BP, Goadsby PJ, Prabhakar P. Safety and efficacy of flunarizine in childhood migraine: 11 years' experience, with emphasis on its effect in hemiplegic migraine. Dev Med Child Neurol. 2012 Mar;54(3):274-7.


0 komentar:

Poskan Komentar