Rabu, 06 Juni 2012

Tata Laksana Hiperglikemia pada Pasien dengan Nutrisi Parenteral

Pemberian nutrisi parenteral seringkali digunakan sebagai life-saving. Sekitar 20-30% pasien dirumah sakit mengalami kondisi malnutrisi energi dan protein. Asupan nutrisi yang adekuat sangat penting untuk menjaga kelangsungan hidup sel dan fungsi organ, serta penyembuhan penyakit ataupun luka. Akan tetapi, meskipun digunakan sebagai life-saving, pemberian nutrisi parenteral dalam jangka panjang maupun pendek dapat memberikan beberapa komplikasi dan efek samping, seperti penyakit hati, sepsis yang berkaitan dengan kateter, syok septik, abnormalitas cairan dan elektrolit, dan terutama adalah hiperglikemia, khususnya pada nutrisi parenteral dengan kandungan glukosa. 

Meskipun pemberian nutrisi parenteral dengan kandungan glukosa dapat menyebabkan risiko terjadinya hiperglikemia, akan tetapi pemberian karbohidrat nutrisi parenteral dalam bentuk glukosa masih direkomendasikan, khususnya bagi pasien dengan penyakit pankreas akut. Hal ini disebabkan karena, glukosa mudah di dapat, mudah di monitor, dan juga lebih murah dibandingkan dengan jenis karbohidrat lainnya. Dengan tatalaksana dan kontrol gula darah yang tepat sebelum pemberian nutrisi parenteral, maka risiko hiperglikemia dapat di kontrol dan juga dihindari. Penanganan hiperglikemia yang umumnya digunakan adalah dengan pemberian insulin. Insulin dapat diberikan secara ­add-on ke dalam larutan parenteral nutrisi ataupun dapat diberikan secara terpisah (drip).

Kadar gula darah sewaktu harus diperhatikan dengan baik sebelum dimulai untuk diberikan nutrisi parenteral. Kadar gula darah sewaktu yang direkomendasikan adalah <180 mg/dL (<10 mmol/L) sebelum pasien tersebut dapat diberikan nutrisi parenteral yang mengandung glukosa. Begitu pula dengan kadar gula darah sewaktu pada 24 jam dan 48 jam setelah pemberian nutrisi parenteral yang mengandung glukosa.  Kadar gula darah sewaktu yang direkomendasikan adalah 140-180 mg/dL. Pada pasien dengan kadar gula darah >180 mg/dL setelah pemberian nutrisi parenteral ataupun sebelum harus mendapatkan terapi insulin untuk menurunkan kadar gula darah dan juga risiko morbiditas lainnya. Pada pasien diabetes tipe 1 dan 2, pemberian nutrisi parenteral glukosa harus diturunkan. Direkomendasikan pasien diabetes tipe 1 memulai dosis nutrisi parenteral glukosa dengan dosis 100 g glukosa/hari dan 150 g glukosa/hari pada pasien diabetes tipe 2 dan menjaga kadar gula darah <180 mg/dL.

Pemberian insulin pada pasien non-diabetes direkomendasikan untuk diberikan dengan dosis 1 unit/20 g karbohidrat dan untuk pasien dengan diabetes dengan dosis 1 unit/10 g karbohidrat + 0,15 unit/kgBB/hari jika CBG (capillary blood glucose) mencapai <200 mg/dL (11,1 mmol/L) dan 1 unit/5 g karbohidrat + 0,25 unit/kgBB/hari jika CBG mencapai >200 mg/dL. Insulin dapat diberikan dengan cara 2/3 insulin diberikan secara add-on atau bersamaan dengan nutrisi parenteral dan 1/3 menggunakan long-actin insulin. Keadaan hipoglikemi dapat terjadi jika CBG <80 mg/dL. Maksimal dosis insulin yang diberikan bersamaan dengan nutrisi parenteral (add-on) adalah 60 unit/L. Jika pasien tersebut masih memerlukan insulin, maka add-on insulin di dalam nutrisi parenteral harus dihentikan dan diberikan insulin secara drip

Sebagai simpulan, dengan tatalaksana dan pengawasan gula darah secara tepat, maka hiperglikemia dan juga risiko morbiditas dan mortalitas oleh keadaan tersebut dapat turunkan dan di kontrol dengan baik. Pemberian nutrisi parenteral sangat penting, khususnya pada pasien yang tidak dapat menerima nutrisi enteral dan memiliki gangguan fungsi saluran cerna. Asupan nutrisi yang tidak adekuat dapat meningkatkan risiko hipoglikemi yang memiliki risiko mortalitas dan morbiditas yang lebih tinggi dibandingkan dengan hiperglikemia yang dapat di kontrol dengan baik. (MAJ)

Referensi:
  1. Kumar PR, Crotty P, Raman M. Hyperglycemia in hospitalized patients receiving parenteral nutrition is associated with increased morbidity and mortality: A review. Gastroenterol Res Pract. 2011;2011:1-7.
  2. Cheung NW, Napier B, Zaccaria C, Fletcher JP. Hyperglycemia is associated with adverse outcomes in patients receiving total parenteral nutrition. Diabetes Care 2005;28:2367-71.
  3. Gianotti L, Meier R, Lobo DN, Bassi C, Dejong CHC, Ockenga J, et al. ESPEN guidelines on parenteral nutrition: Pancreas. Clin Nutr. 2009;28:428-35.
  4. Mirtallo JM. Should insulin be added to parenteral nutrition. Proceedings of the 33rd ESPEN Congress; 2011 September 3-6; Gothenburg, Sweden.
  5. Soetedjo NNM. Hyperglycemia in parenteral nutrition: Can we avoid and how long should we decrease the blood glucose level?. Paper presented at: Simposium Endokrinologi Klinik Bandung IX; 2012 May 26-27; Bandung, Indonesia
Sumber: http://www.kalbemedical.org/News/tabid/229/id/1623/Tata-Laksana-Hiperglikemia-pada-Pasien-dengan-Nutrisi-Parenteral.aspx

0 komentar:

Poskan Komentar