Senin, 04 Juni 2012

Penggunaan NSAIDs Jangka Panjang Mengurangi Risiko Kanker Kulit

Studi terbaru (population based, case control) yang dipublikasikan secara online dalam jurnal Cancer pada Mei 2012, menunjukkan bahwa penggunaan nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) dapat mengurangi risiko terjadinya squamous cell carcinoma (SCC) atau malignant melanoma (MM). Studi yang dilakukan oleh Sigrun Alba Johannesdottir Bsc., ini menggunakan data dari Danish Cancer Registry (DCR), di mana peneliti mengidentifikasi semua kasus SCC, MM, dan BCC yang didiagnosis pad pasien dengan umur 20 tahun atau lebih di Denmark utara, mulai dari tahun 1991–2009. Peneliti mengidentifikasi 1974 kasus SCC, 13.316 kasus BCC, dan 3242 kasus MM.

Secara umum penggunaan NSAID (>2 peresepan) terkait dengan penurunan risiko SCC (incidence rate ratio [IRR], 0,85; 95% confidence interval [CI], 0,76–0,94) dan MM (IRR, 0,87; 95% CI, 0,80–0,95) dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakan (<2 peresepan). Hal ini terutama untuk penggunaan jangka pangka panjang (≥7 tahun) dan penggunaan intensitas tinggi (>25% cakupan peresepan selama total durasi penggunaan). 

Sekalipun penggunaan NSAID tidak terkait dengan penurunan risiko basal cell carcinoma (BCC) secara umum (IRR, 0,97; 95% CI, 0,93–1,01), penurunan risiko BCC selain di kepala tercatat pada penggunaan jangka panjang (IRR, 0,85; 95% CI, 0,76–0,95) dan intensitas tinggi (IRR, 0,79; 95% CI, 0,69–0,91). Efek dari NSAID meningkat sesuai dengan lamanya durasi dan intensitas penggunaan yang mungkin menunjukkan efek biologis kumulatif (dose response effect) dalam inisiasi karsinogenesis. Peneliti mencatat bahwa NSAID yang terkait dengan penurunan risiko kanker terutama adalah NSAID nonselektif dan COX-2 inhibitor generasi lama (diclofenac, meloxicam, etodolac). Tidak seperti studi lain, studi ini tidak mendukung temuan bahwa COX-2 inhibitor baru terkait dengan penurunan risiko kanker kulit dan BCC.

Berdasarkan penelitian tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa NSAID secara umum, termasuk aspirin, NSAID nonselektif lain, dan COX-2 inhibitor generasi lama terkait dengan penurunan risiko kanker kulit, khususnya SCC dan MM.(AGN)



Referensi:
Sigrun Alba Johannesdottir, Ellen T. Chang, Frank Mehnert, Morten Schmidt, Anne Braae Olesen and Henrik Toft Sørensen. Nonsteroidal anti-inflammatory drugs and the risk of skin cancer : A population-based case-control study. 29 May 2012 | DOI: 10.1002/cncr.27406


0 komentar:

Poskan Komentar