Senin, 04 Juni 2012

Liraglutide (GLP-1 analogue), Mempunyai Potensi untuk Menurunkan Berat Badan

Studi terbaru menunjukkan 35,6% kelebihan berat badan hilang pada pasien obesitas yang diberikan liraglutide 3 mg/hari selama setahun. Dr. Nick Finer (University College London Hospitals (UCLH) and UCLH Centre for Weight Loss, Metabolic and Endocrine Surgery at University College London, United Kingdom) melaporkan di 19th European Congress on Obesity (ECO) bahwa nilai number needed to treat (NNT) untuk mencapai 10% penurunanan berat badan total pada pemberian liraglutide hanya sebesar 3, dan sebesar 2 untuk mencapai 5% penurunan kelebihan berat badan.

Liraglutide merupakan injeksi subkutan long-acting glucagon-like peptide (GLP)-1 analogue yang telah disetujui untuk perawatan diabetes tipe 2 sebagai terapi pendamping diet dan olahraga. Dala uji klinik 20 minggu, yang kemudian diperpanjang menjadi 52 minggu ini, peserta dengan BMI 30–40 kg/ m2, umur 18-65 tahun, dan dengan kadar gula darah puasa < 126 mg/dL diberikan plasebo selama 2 minggu dan kemudian secara acak diberikan 1 dari 6 pilihan perawatan: liraglutide subkutan 1,2 mg/hari, 1,8 mg/hari, 2,4 mg/hari, atau 3 mg/hari; injeksi placebo subkutan; atau orlistat oral 120 mg 3x/hari. Dari minggu 20–52, investigator dan peserta dibuat tidak mengetahui obat yang diberikan (liraglutide atau plasebo). Selama uji klinik ini, peserta menjalani diet pengurangan 500 kkal/hari dan melakukan aktivitas fisik yang lebih tinggi.

Total 356 peserta menyelesaikan uji klinik sampai minggu ke-52. Penurunan berat badan terjadi pada minggu ke-20, kemudian berlanjut sampai minggu ke-52, terkait dengan dosis liraglutide (dose dependent). 75% pasien yang diberikan liraglutide 3 mg dikategorikan sebagai responder (paling tidak mengalami penurunan BB sebesar 5%) dibanding 32% pasien yang diberikan plasebo dan 38% pada pasien orlistat. Responder liraglutide mengalami kehilangan BB sebesar 7,9 kg pada minggu ke-12, dan pada minggu ke 52, kehilangan BB sebesar 11,1 kg (sekitar 12% dari rata-rata total berat badan atau 35,6% dari kelebihan berat badan). Non-responder liraglutide hanya mengalami kehilangan BB sebesar 3,2 kg pada minggu ke-12, tetapi pada minggu ke-52, total Bb yang hilang sebesar 6 kg. Respon pada kelompok plasebo mengalami penurunan berat badan sebesar 7,1 kg pada minggu ke-52. Pada minggu ke-52, tidak ada pasien kelompok liraglutide yang mengalami kenaikan berat badan, dibanding 27% pada kelompok plasebo dan 13% pada kelompok orlistat yang mengalami kenaikan berat badan.

Namun diperlukan studi yang lebih lengkap untuk indikasi penggunaan liraglutide sebagai obat penurun berat badan, salah satunya mungkin data keamanan kardiovaskuler, sebagai konsekuensi adanya masalah pada sibutramine di masa lalu.(AGN)


Referensi:
19th European Congress on Obesity (ECO). Abstract #152. Presented May 11, 2012

0 komentar:

Poskan Komentar