Senin, 19 Agustus 2013

Midazolam Bermanfaat untuk Penanganan Status Epileptikus

Suatu studi meta-analisis menunjukkan bahwa midazolam non-IV seefektif atau lebih unggul dibanding diazepam IV atau rektal untuk mengatasi kejang pada anak dan dewasa muda. Dalam meta-analisis ini diketahui bahwa midazolam bermanfaat untuk penanganan status epileptikus. Studi yang dilakukan oleh Dr. Mc Mullan dan kolega ini telah dipublikasikan dalam Academic Emergency Medicine.

Meta-analisis ini membandingkan penggunaan midazolam non-IV dengan diazepam dalam terapi kejang. Tujuan spesifiknya adalah menentukan efikasi, kecepatan, dan keamanan penghentian kejang dengan midazolam non-IV, dibandingkan dengan diazepam IV atau non-IV, sebagai terapi kedaruratan inisial pada pasien anak dan dewasa dengan status epileptikus, yang dilakukan terhadap studi acak dengan kontrol yang dipublikasikan dari tahun 1950 hingga 2009 yang membandingkan midazolam non-IV dengan diazepam dengan berbagai rute pemberian untuk terapi awal status epileptikus pada pasien unit gawat darurat. Sebanyak 6 studi yang melibatkan 774 pasien (usia baru lahir hingga 22 tahun) memenuhi kriteria inklusi.

Tiga studi membandingkan midazolam bukal (0,5 mg/kg atau 10 mg) dengan diazepam rektal (0,5 mg/kg atau 10 mg), dan 3 studi membandingkan midazolam IM atau intranasal (0,2 mg/kg) dengan diazepam IV (0,2 atau 0,3 mg/kg). Pada analisis yang dikumpulkan dari obat yang diberikan melalui berbagai rute, midazolam lebih unggul dibanding diazepam untuk menghentikan kejang. Midazolam IM atau intranasal seefektif diazepam IV, sedangkan midazolam bukal lebih unggul dibanding diazepam rektal dalam pencapaian kontrol kejang. Waktu untuk penghentian kejang sama antara kelompok midazolam dan diazepam pada 3 studi. Namun pemasangan akses IV dapat secara bermakna memperlambat terapi status epileptikus.

Dalam kesimpulannya peneliti menyampaikan bahwa midazolam bukal, IM, atau intranasal merupakan alternatif yang efektif, aman, murah, dan mudah diberikan khususnya untuk anak dengan kejang tanpa akses IV.(EKM)



Referensi: McMullan J, Sasson C, Pancioli A, Silbergleit R. Midazolam versus diazepam for the treatment of status epilepticus in children and young adults: A meta-analysis. Acad Emerg Med. 2010;17(6):575-82.

0 komentar:

Poskan Komentar