Sabtu, 24 Agustus 2013

Kolesterol Total Serum sebagai Marker Mortalitas Pasien Lanjuti Usia Rawat Inap

Telah diketahui bahwa peningkatan kadar kolesterol total (STC – serum total cholesterol) dalam serum dikaitkan dengan peningkatan mortalitas karena penyebab lain dan kardiovaskuler pada pasien usia pertengahan. Pada pasien lanjut usia (>60 tahun) peningkatan kadar kolesterol total dalam serum sebesar 1 mmol/L dikaitkan dengan 20% peningkatan risiko kejadian penyakit kardiovaskuler (CVD) pada 5 dan 10 tahun ke depan.

The National Cholesterol Education Program (NCEP) menggunakan program modifikasi risiko berdasarkan Framingham yang memasukkan STC di dalam perhitungan untuk memprediksi risiko kejadian CHD (coronary heart disease) dalam 10 tahun pada dewasa usia 20-79 tahun. Akan tetapi, program ini tidak berhasil untuk memperhitungkan risiko CHD pada pasien diatas usia >79 tahun. STC merupakan salah satu faktor penentu penting terjadinya CVD pada pasien usia 60 tahun dan keatas. 

Ada kemungkinan hubungan terbalik antara STC dan mortalitas pada pasien lanjut usia (>79 tahun) yang direfleksikan pada status nutrisi, seperti yang ditunjukkan pada kelompok populasi pasien dengan penyakit kronik. Pasien lanjut usia yang dirawat di rumah sakit, umumnya memiliki risiko peningkatan ganggauan nutrisi atau malnutrisi yang dikaitkan dengan peningkatan mortalitas. Studi yang menunjukkan secara langsung hubungan STC dengan peningkatan mortalitas pada pasien lanjut usia yang menjalani rawat inap sangat terbatas. 

Pada pasien lanjut usia (>79 tahun) terkadang memiliki hasil yang berbeda terkait akan peningkatan STC. Hubungan STC dan mortalitas pada usia lanjut >79 tahun terkadang kontradiktif jika dibandingkan pada kelompok pasien dengan usia yang lebih muda. Pada studi yang dilakukan oleh Honolulu Heart Program menunjukkan pada pasien lanjut usia antara 71-93 tahun yang memiliki kadar STC rendah (kuartil terendah untuk kadar STC) memiliki meningkatan relative risk (RR) kematian (RR 1,64; 95% CI 1,13 – 2,36). Begitu pula juga dengan sebuah studi yang dilakukan di Finlandia, pada pasien lanjut usia >75 tahun peningkatan setiap 1 mmol/L dari kadar kolesterol total dikaitkan dengan penurunan risiko 6 tahun kematian karena penyebab apapun (all-cause mortality) sebesar 22%.

Studi terbaru dilakukan untuk menilai hubungan antara STC, kadar albumin, dan mortalitas pada pasien lanjut usia yang menjalani rawat inap. Data dikumpulkan berdasarkan pasien yang menjalani rawat inap antara 1 Jan 1999 sampai dengan 31 Des 2000. 298 data pasien dikumpulkan berdasarkan kriteria pasien lanjut usia yang menjalani rawat inap di bagian geritatri dan bersedia untuk diikutsertakan dalam penelitian ini, serta memiliki angka harapan hidup minimal 180 hari sejak menjalani rawat inap di RS. 

Berikut adalah hasil dari studi tersebut: pada fase follow-up pada 31 Agus 2004, terdapat 50 pasien yang masih hidup dan 248 pasien yang sudah meninggal, dengan rata-rata usia pasien 81,5 tahun. Terhadapat perbedaan bermakna pada beberapa variable antara pasien yang hidup dan meninggal pada fase follow-up: BMI (p<0 1="" 2="" 50="" 95="" albumin="" ci="" kadar="" kematian="" kolesterol="" kuartil="" memiliki="" p="0,02).</div" pada="" peningkatan="" risiko="" sebesar="" stc="" terendah="" total="">

Kesimpulan: Peningkatan kadar STC dan albumin pada pasien lanjut usia (>79 tahun) yang menjalani rawat inap di RS dikaitkan perbaikan harapan hidup. (MAJ)



Referensi :
1.Weiss A, Beloosesky Y, Schmilovitz-Weiss H, Grossman E, Boaz M. Serum total cholesterol: A mortality predictor in elderly hospitalized patients. Clin Nutr. 2013;32(4):533-7.
2.Rahilly-Tierney CR, Spiro A 3rd, Vokonas P, Gaziano JM. Relation between high-density lipoprotein cholesterol and survival to age 85 years in men (from the VA normative aging study). Am J Cardiol. 2011;107(8):1173-7.
3.Krumholz HM, Seeman TE, Merrill SS, Mendes de Leon CF, Vaccarino V, Silverman DI, et al. Lack of association between cholesterol and coronary heart disease mortality and morbidity and all-cause mortality in persons older than 70 years. JAMA. 1994;272(17):1335-40.

0 komentar:

Poskan Komentar