Sabtu, 24 Agustus 2013

Cephalosporin Generasi III oral dan Azithromycin vs Regimen Terapi Berbasis Ceftriaxone untuk Pharyngeal Gonorrhea

Guideline CDC (Centers for Disease Control and Prevention) terbaru untuk pharyngeal gonorrhea merekomendasikan terapi kombinasi ceftriaxone IM dengan azithromycin atau doxycyline sebagai pilihan pertama. Ketika ceftriaxone tidak tersedia atau tidak dapat diberikan, cephalosporin generasi ketiga oral (cefixime) dapat diberikan sebagai pengganti.

Studi terbaru menunjukkan bahwa kombinasi cephalosporin generasi ketiga oral dengan azithromycin sebanding dengan kombinasi cephalosporin generasi ketiga IM dengan azithromycin untuk phryngeal gonorhhea / oral gonorhhea (infeksi gonorrhea di faring; penularan melalui oral seks). Penelitian ini merupakan analisa retroprospektif pada pasien yang didiagnosis menderita pharyngeal gonorrhea pada periode 1993-2011 di klinik penyakit menular seksual di Seattle, Washington, dan membandingkan proporsi hasil tes ulangan yang positif untuk pharyngeal gonorrhea, 7-180 hari setelah perawatan pada pasien yang menerima regimen obat yang berbeda beda. 

Hubungan antara regimen terapi dinilai dengan relative risk melalui model regresi Poisson dengan log link dan robust standard errors. Total 1440 kasus pharyngeal gonorrhea didiagnosis selama periode studi, 25% (n=360) menjalani tes ulangan. Di antara pasien yang menjalani tes ulangan, risiko tes ulangan yang positif paling rendah pada pasien yang menerima cephalosporin oral dan azithromycin (7%), dan paling tinggi pada pasien yang menerima cephalosporin oral saja (30%, relative risk [RR] 3,98; 95% confidence interval [CI], 1,7-9,36) atau cefphalosporin oral dikombinasikan dengan doxycycline (33%; RR, 4,18; 95% CI, 1,64-10,7).

Risiko tes ulangan yang positif tidak berbeda bermakna antara pasien yang diberikan cephalosporin oral + azithromycin dengan pasien yang diberikan ceftriaxone saja (9,1%; RR, 0,81; 95% CI, 0,18-3,60) atau ceftriaxone dikombinasikan dengan azithromycin atau doxycycline (11,3%; RR, 1,20; 95% CI, 0,43-3,33).

Kesimpulan: Dalam studi retroprospektif ini, kombinasi cephalosporin generasi ketiga oral dengan azithromycin sebanding dengan regimen berbasis ceftriaxone pada perawatan pharyngeal gonorrhea. Kombinasi cephalosporin oral dengan doxycycline terkait dengan peningkatan risiko infeksi yang persisten atau rekuren. (AGN)


Referensi:
1.Barbee LA, Kerani RP, Dombrowski JC, Soge OO, Golden MR. A retrospective comparative study of 2-drug oral and intramuscular cephalosporin treatment regimens for pharyngeal gonorrhea. Clin Infect Dis. 2013 Jun;56(11):1539-45.
2.CDC. Gonorrhea treatment guidelines: Revised guidelines to preserve last effective treatment option. CDC Fact Sheet [Internet] 2012 [Cited 2013 Jan 10]. Available: from: http://www.cdc.gov/nchhstp/newsroom/docs/2012/GonorrheaTreatmentGuidelinesFactSheet8-9-2012.pdf

0 komentar:

Poskan Komentar