Rabu, 08 Februari 2012

CCB dan Losartan Menurunkan Risiko Gout pada Pasien Hipertensi


Obat antihipertensi golongan CCB (calcium channel blockers) dan losartan menurunkan risiko gout pada pasien hipertensi. Temuan ini terungkap lewat penelitian yang dilakukan oleh Prof. Hyon Choi dan kolega dari Section of Rheumatology and the Clinical Epidemiology Unit, Boston University School of Medicine, Boston, Amerika Serikat. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan online dalam British Medical Journal.

Menurut sebuah penelitian, obat antihipertensi golongan diuretik terungkap meningkatkan risiko gout dan hiperurisemia, sedangkan penelitian lainnya juga memperlihatkan bahwa obat golongan beta-blockers juga meningkatkan kadar asam urat. Temuan ini berlawanan dengan hasil penelitian yang menggunakan obat antihipertensi golongan CCB dan losartan. Obat-obat golongan CCB dan losartan diketahui dapat menurunkan asam urat dalam darah, sehingga pemberiannya diperkirakan dapat menurunkan kejadian gout. Untuk memastikan hal tersebut, sebuah penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan tidak langsung antara penggunaan obat-obat antihipertensi dengan risiko gout diantara pasien-pasien penderita hipertensi.

Penelitian tersebut berupa analisis terhadap penelitian-penelitian kontrol kasus, yang datanya diambil dari praktik umum di Inggris tahun 2000-2007. Data yang terkumpul adalah 24.768 kasus gout di antara pasien berusia 20-79 tahun, dengan sampel acak sejumlah 50000 sebagai kontrol. Outcomeutama yang dinilai adalah kejadian gout yang berhubungan dengan penggunaan obat antihipertensi. Para peneliti telah melakukan penyesuaian terhadap umur, usia, indeks massa tubuh, jumlah kunjungan ke dokter, asupan alkohol, hubungan dengan obat-obatan lain, dan faktor-faktor komorbiditas.

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa multivariate relative risks untuk kejadian gout yang berhubungan dengan penggunaan antihipertensi antara pasien-pasien hipertensi lebih rendah pada kelompok terapi CCB dan kelompok terapi losartan dibandingkan dengan kelompok terapi antihipertensi lainnya. Hasil yang sama juga diperoleh untuk pasien-pasien yang tidak menderita hipertensi. Multivariate relative risks untuk lamanya penggunaan CCB di antara pasien yang menderita hipertensi adalah 1,03 untuk penggunaan < 1 tahun dan 0,88 untuk penggunaan 1-1,9 tahun dan 0,75 untuk >= 2 tahun (p<0,05 untuk trend), sedangkan untuk losartan adalah 0,98 untuk penggunaan < 1 tahun dan 0,87 untuk penggunaan 1-1,9 tahun dan 0,71 untuk >= 2 tahun (p <0,05 untuk trend).

Para ahli dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian CCB dan losartan disertai dengan risiko gout yang lebih rendah dibandingkan dengan obat-obat antihipertensi lainnya pada pasien-pasien hipertensi. Sebaliknya, diuretik, beta-blockersangiotensin converting enzyme inhibitors, dan obat golongan ARB non-losartan disertai dengan peningkatan risiko gout. (YYA)


Reference:
  1. Pathogenesis of gout. Ann Intern Med. 2005;143:499-516.
  2. Antihypertensive Drugs and Risk of Incident Gout Among Patients With Hypertension. Available from:http://www.medscape.com/viewarticle/757006
  3. Serum uric acid in essential hypertension: an indicator of renal vascular involvement. Ann Intern Med. 1980;93:817-21.
  4. Cardiovascular drugs and serum uric acid. Cardiovasc Drugs Ther. 2003;17:397-414.

0 komentar:

Poskan Komentar