Kamis, 19 Juni 2014

Sirkumisi

Sirkumsisi adalah:

Kontraindikasi:
Absolut/ Mutlak

  • Hypospadia



  • Epispadia



  • Kelainan hemostasis



Peralatan:

  • Troli
  • Korentang dan wadahnya
  • Kom kecil 2 buah untuk tempat betadin dan alkohol
  • Tempat sampah
  • Bed
  • Bantal
  • Klem sirkumsisi
  • Listrik + gulungan kabel
  • Elektrokauter


Bahan operasi:

  • Benang catgut
  • Kassa steril
  • Duk bolong
  • Plester
  • Lidocain
  • Kapas
  • Povidin Iodin
  • Alkohol
  • Handscoen steril
  • Spuit 3 cc
  • Needle No 27
  • Hypavx SDS (Surgical Dressing Strip)
  • Epinephrin
  • Dexa



Informed consent: Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan

Rekam medis:

Prakhitan:

  • Hypospadia/ epispadia
  • Kelainan hemostatsis
  • DM
  • Riwayat penyakit lainnya
  • Riwayat penyakit menular
  • Riwayat alergi obat


Riwayat perdarahan

Pemeriksaan fisik:
Hypospadia:

Langkah-langkah khitan:
1. Tindakan aseptik

  • Pegang dan tarik sedikit ujung preputium dengan kasa steril oleh tangan kiri
  • Usapkan povidin iodin keseluruh permukaan penis dan daerah sekitarnya dengan tangan kanan secara melingkar dari dalam ke luar
  • Dengan cara yang sama usapkan juga alkohol
  • Tutup lapangan operasi dengan duk bolong



2. Anastesi
Dengan menggunakan metode blok, caranya:

  • Identifikasi pangkal penis, simfisis os pubis
  • Suntikan jarum tegak lurus sedikit diatas pangkal penis dibawah simfisis os pubis sampai menembus fascia buch, tanda-tanda jarum  telah menembus fascia buch:

a. Sensasi seperti menembus kertas
b. Jika jarum ditarik ke atas batang penis sedikit terangkat
c. Bila obat disuntikan tidak terjadi edema

  • Aspirasi, jika tidak ada darah masukan obat anastesi sekitar 1 cc
  • Jarum dicabut sedikit, miringkan jarum sekitar 30 derajat kearah kanan, tusukan lagi sedikit, aspirasi, masukan obat sekitar 1-2 cc
  • Jarum dicabut sedikit, miringkan sekitar 30 derajat ke arah kiri, tusukan lagi sedikit, aspirasi, masukan obat sekitar 1-2 cc
  • Masase daerah pangkal penis dan ujilah dengan menjepit kulit preputium
  • Jika pada aspirasi terdapat darah jarum dapat dimasukan lagi atau dicabut sedkit sampai tidak ada darah


3. Pembebasan perlengketan preputium dengan gland penis
a. Teknik Klem
Menarik preputium ke arah proksimal sehingga tampak perlengketanya, kemudian klem dibuka sambil didorong dan ditekan ke arah perlengkatan. Cara ini dilakukan berulang-ulang ke arah proksimal dan ke lateral sampai terlihat sulkus corona glandis dan terlihat pangkal mukosa preputium disekeliling sulkus corona glands penis.

b. Teknik kasa
Teknik ini dengan menggunakan kasa steril. Caranya hampir sama yaitu menarik preputium dengan tangan kiri ke arah proksimal sampai teregang sehingga terlihat daerah perlengketan. tangan kanan memegang kasa untuk membebaskan perlengketan. Kemudian daerah perlengketan ditekan dengan kassa dan didorong kearah proksimal sehingga perlengketan lepas sedikit demi sedikit . Hal ini dilakukan berulang-ulang ke sekeliling perlengketan pada gland penis. 


4. Pembersihan smegma
Dengan menggunakan kassa yang ditekan dan didorong, jika smegma sulit bisa dengan menggunakan kassa yang dioles povidin iodin.

5. Insisi

  • Metode klasik:
  • Tandai batas insisi
  • Pasang klem di jam 12 dan jam 6 tarik ke distal sampai meregang (oleh asisten)
  • Urutlah glands se proxsimal mungkin dan fisasi glands dengan tangan kiri
  • Jepitkan koher tepat pada batas insisi yang telah dibuat dengan arah melintang miring (sekitar 40 derajat) antara jam 12 dan jam 6 ( jam 6 lebih distal)
  • Pastikan glands tidak terjepit dengan ara mengurutnya ke proksimal dan coba digoyangkan (glans goyang jika tidak terjepit)
  • Potong preputium diatas kocher dengan bisturi/ cauter
  • Lepaskan kocher dan munculkan kembali glands
  • Rapikan sayatan dengan gunting terutama jika mukosa masih panjang

6. Hemostasis
Cari sumber perdarahan, klo ada bisa diligasi dengan hecting

7. Hecting
Hecting di jam 6 simpul 8, jam 12, jam 9 dan jam 3 jahit satu2

8. Pembalutan
Dibalut dengan sofratul lalu pake kassa steril


Perawatan pasca khitan:
Anak jangan terlalu aktif
Jangan terkena debu atau kotoran lain
Jangan basah
Kontrol kalau ada keluhan komplikasi
Kontrol hari ketiga

0 komentar:

Poskan Komentar